gerakan

gerakan
menanam1

Jumat, 16 Desember 2011

Tips Ajari Anak Mengontrol Emosi & Hindari Perkelahian

Dalam dunia yang ideal,
kita semua akan akur
satu sama lain, sepanjang waktu.
Tapi dunia ini tidak ideal dan konflik selalu terjadi.
Selalu saja ada perkelahian antara
saudara kandung, teman, kerabat, orang tua, anak- anak, bahkan orang asing sekalipun. Dari pada mengganggap bahwa konflik itu tidak terjadi, coba gunakan cara tersebut untuk mengajari anak mengontrol emosinya saat keinginan
berkelahi itu datang​.
Kalaupun akhirnya
perkelahian itu terjadi,
ajari anak apa pelajaran
yang didapat dari
sikapnya tersebut​.

Berikut ini beberapa cara
yang bisa Anda lakukan,
seperti dikutip dari She
Knows:

1. Pahami Kekuatan
Emosi

Bantu anak untuk
bertanggungjawab atas
emosi yang dirasakannya.
Buat anak paham kalau
emosi itu bisa sangat
kompleks dan tidak
terduga, dan tentu saja
tidak ada alasan untuk
berperilaku buruk.
Mengajari anak untuk
menyalurkan emosi
secara benar memang
butuk waktu.
Lihat berdasarkan pengalaman Anda sendiri!
Jadi tidak ada salahnya dimulai sejak dini.

2. Beri Contoh

Anak-anak akan belajar
dari hal-hal apa yang
Anda lakukan juga tidak
dilakukan orangtuanya.
Jika anak melihat Anda
terlibat dalam konflik
namun bisa menahan diri, mereka akan belajar dari pengalaman tersebut.
Begitupun sebaliknya, jika anak Anda melihat Anda terlibat dalam perilaku destruktif dalam konflik,
mereka akan belajar dari
pengalaman tersebut
juga.

3. Bermain Peran

Perbedaan pendapat
dengan keluarga atau
teman-teman hampir tak terelakkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, Anda
bisa mengajaknya
bermain peran untuk
melihat responnya saat
menghadapi sebuah
konflik. Anda bisa
mengatakan padanya
suatu masalah dan
perhatikan apa yang
dilakukannya. Lalu
sarankan bagaimana
menghadapi konflik
tersebut.

4. Latihlah Bukan Ikut
Campur

Ketika konflik muncul
antara anak-anak Anda,
merupakan hal wajar jika Anda ingin ikut campur, menghentikan
pertengkaran tersebut
dan mencari jalan keluar
terbaik.
Tapi coba pikir
lagi, kalau Anda selalu
ikut campur, kapan anak- anak bisa belajar
mengatasi sendiri
konfliknya.
Jadi coba sesekali Anda memberi mereka kesempatan
untuk menangani konflik itu tanpa campur tangan orangtuanya. Lakukan negosiasi dan kompromi serta berhentilah menjadi
orang yang selalu
berusaha mengatasi
semua masalah.

5. Empati

Empati mungkin salah
satu topik yang sulit
untuk diajarkan pada
anak-anak Anda. Anda
harus mengingatkan anak (dan juga diri Anda
sendiri) bahwa di setiap
konflik akan selalu ada
pihak lain yang tersakiti.
Jadi cobalah sebisa
mungkin agar anak tidak
selalu terlibat dalam
sebuah konflik.


SUMBER: WOLIPOP.COM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar