gerakan

gerakan
menanam1

Rabu, 02 Maret 2011

Anoa, Panser Buatan Indonesia






Namanya dicomot dari mamalia khas Sulawesi. Tampilannya tidak kalah sangar
dengan panser sejenis dari Eropa. Itulah sosok Anoa, panser beroda 6 hasil karya anak bangsa.


Kelahirannya disiapkan untuk mewujudkan kemandirian di bidang alutsista oleh Departemen Pertahanan dan PT Pindad.


Apa saja kelebihan Anoa? Untuk ukuran panser, Anoa terbilang cukup cepat.
Kendaraan tempur (Ranpur) ini mampu melaju hingga kecepatan 90 km per jam.

Anoa juga mampu melompati parit selebar 1 meter dan melahap tanjakan
dengan kemiringan 45 derajat.

Untuk urusan bodi, Anoa dilapisi lapisan baja tahan peluru. Apabila
diberondong senapan AK-47 atau M-16 sih dijamin tidak bakal tembus.

Suspensi juga terbilang empuk. Independent Modular dan Torsion Bar. Selain itu, sistem navigasi generasi terbaru ditambah alat komunikasi anti jamming melengkapi interior ranpur ini.

Sayangnya, PT Pindad belum sepenuhnya mandiri. Beberapa komponen
masih dicomot dari pabrikan Renault di Perancis. Namun bukan mimpi belaka jika ke depannya PT Pindad optimis ke depan seluruh komponen merupakan hasil dalam negeri.

"Untuk mesin, automatic transmision dan suspensi masih dari Renault," ujar Dirut PT Pindad Adik A Soedarsono saat jumpa pers usai menyerahkan 20 panser 6x6 kepada Dephan di Kantor PT Pindad, Kiara Condong, Bandung, Jumat (27/2/2009).

Selain mesin, baja pada 30 panser pertama masih diimpor dari luar. Tetapi
selanjutnya PT Krakatau Steel siap memenuhi kebutuhan baja sang Anoa.

Ranpur ini bisa digunakan untuk bermacam fungsi. Mulai dari pembawa
pasukan, kendaraan komando hingga rumah sakit berjalan di medan tempur.

Persenjataan yang sudah terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian infanteri dan Automotic Granade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri.

Departemen Pertahanan telah mengalokasikan dana Rp 1,129 triliun untuk
pembelian 154 ranpur Anoa ini. Seluruh produksi diharapkan bisa selesai pada tahun 2009 ini.

Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Dephan Marsekal Muda Eris Herryanto di PT Pindad menjelaskan karena panser ini merupakan buatan dalam negeri, maka dijamin kondisinya cocok untuk medan operasi di tanah air.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar