gerakan

gerakan
menanam1
Tampilkan postingan dengan label rumah tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah tangga. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2012

Tips Menjadi Istri yang Baik


Setiap wanita pasti ingin menjadi sosok istri yang sempurna bagi suaminya. Sayangnya
hal itu tak semudah yang diharapkan.

Beberapa tips dari Helium berikut ini
akan membantu Anda
menggapai tujuan itu.

1. Tulus

Ketulusan akan
menjadikan Anda istri
yang baik. Saat Anda
melakukan sesuatu
untuknya, itu bukan
karena imbalan apapun,
melainkan ketulusan cinta yang sesungguhnya.
Setiap tindakan Anda
yang didasari oleh
ketulusan, pasti sangat
berharga bagi suami.

2. Memiliki peran

Walau pernikahan adalah komitmen dua orang,
namun bukan berarti
Anda dan pasangan
selalu melakukan hal
yang sama berduaan.
Pilihlah peran kalian
masing-masing. Jika
memang suami memiliki
karier yang bagus, bukan berarti Anda harus memilikinya juga. Anda juga bisa dinilai sebagai istri yang berhasil, ketika
anak-anak Anda memiliki prestasi yang
membanggakan, karena
peran ibu yang kuat.

3. Berempati

Tak selamanya
pernikahan berjalan
mulus. Tak selamanya
juga suami Anda dalam
kondisi yang prima di
segala hal. Di saat-saat
sulit, Anda perlu
berempati. Bukan hanya
perasaan Anda saja yang
harus diperhatikan,
namun juga perasaan
suami. Dengan
berempati, Anda bisa
saling mengerti satu sama lain.
Saat sulit dalam
pernikahan pun bisa
terlewati.

4. Mendengarkan

Hal ini mungkin sifatnya
sepele. Namun ingat, tak sedikit kasus keretakan rumah tangga atau perselingkuhan yang disebabkan karena suami merasa 'kesepian'. Ia merasa sang istri tak lagi punya cukup waktu untuk mendengar keluh
kesahnya. Jika tak ingin
hubungan Anda goyah,
mulailah sediakan sedikit
waktu untuk
mendengarkan. Jangan
melulu mendebat suami
Anda. Buka hati dan
pikiran Anda, untuk
mendengar isi hatinya
yang sesungguhnya.

5. Jadikan suami
sebagai 'sandaran'

Jadikan suami sebagai
orang pertama yang
mendengar kesulitan
serta keluh kesah Anda.
Jadikan ia sebagai
sandaran hidup. Pria
manapun akan merasa
bahagia, jika wanita yang
ia cintai membutuhkannya.

6. Lemah lembut

Selalu perlakukan suami
dengan lembut.
Perlakukan ia dengan
hormat. Jangan bersikap
mengejek ataupun
merendahkan,
bagaimanapun
keadaannya. Sisi lemah
lembut seorang istri justru bisa menjadi 'senjata' yang membahagiakan
suami.

7. Berbagi

Berbagi dalam hal ini tak
selalu sifatnya materi.
Berbagi dalam rumah
tangga juga termasuk
berbagi peran, waktu,
perasaan, dan sebagainya.
Ingat, tak ada lagi 'saya'
atau 'dia', kini yang harus
ada dalam pikiran Anda
adalah 'kita'.

8. Menjadi diri sendiri

Jangan pernah 'memakai
topeng' atau
membohongi suami Anda dengan berpura-pura.
Jadilah diri Anda sendiri,
karena sosok itulah yang
memang dicintai oleh
pasangan Anda. Menjadi
lebih baik, bukan berarti
Anda harus mengubah
kepribadian secara utuh.

9. Berbenah Diri

Tak lagi merawat diri
pasca menikah adalah hal yang salah. Anda tetap harus menjaga
penampilan demi menarik perhatian suami. Biarkan
suami merasakan jatuh
cinta terus menerus pada Anda. Jangan sampai
merasa jenuh melihat
dandanan Anda yang
lusuh dan tidak rapi. Bikin ia tertarik pada Anda
seperti pada masa PDKT
dulu.

10. Update Terus
Kehidupan Seksual
Anda

Kehidupan seksual yang
membosankan juga akan mempengaruhi hubungan Anda dan suami. Sebagai
istri tak ada salahnya juga untuk mempelajari
teknik-teknik terbaru
dalam bercinta. Itu juga
merupakan salah satu
cara untuk
memaksimalkan 'service'
Anda pada suami.

SUMBER: DETIK.COM/WOLIPOP

Jumat, 16 Desember 2011

Tips Agar Wanita Sukses Jadi 'Menteri' dalam Rumah Tangga

Peran ibu dalam rumah tangga kini bukan sekedar mengurus rumah, anak atau suami. Selain ikut mencari nafkah, wanita juga berperan penting
dalam pengambilan
keputusan yang
menyangkut kepentingan keluarga.

Bahkan menurut riset
mengenai wanita
Indonesia yang dilansir
20first, di zaman modern ini wanitalah yang lebih banyak menentukan keputusan. Misalnya
memutuskan membeli
mobil tipe apa, atau
tinggal di daerah mana.
"Wanita kini tak hanya
memikirkan urusan
belanja, tapi bisa
semuanya.

Mungkin karena semakin banyak
wanita yang bekerja,
punya penghasilan
sehingga lebih bisa
menyuarakan
pendapatnya," ujar
psikolog Alexander
Sriewijono saat talkshow
'Superwoman Rocks!'
yang diadakan Sequislife
di Largo Cafe, Kemang,
Jakarta Selatan, Kamis
(15/12/2011).

Jika diibaratkan, wanita
saat ini bisa berperan
sebagai menteri dalam
rumah tangga. Dia bisa
berlaku sebagai menteri
keuangan, menteri
pemberdayaan aparatur
negara, menteri agama
hingga menteri dalam
negeri.

Bagaimana istilah menteri ini bisa melekat di diri seorang ibu dan apa yang bisa dilakukan wanita agar bisa jadi menteri yang sukses menjalankan
'roda pemerintahan'
rumah tangganya? Alex
berbagi tipsnya untuk
Anda.

1. Bahagia dengan Apa
yang Dia Lakukan

Alex mengibaratkan
wanita yang bisa menjadi menteri rumah tangga haruslah wanita tangguh.
Dalam konteks ini,
tangguh bukan hanya
memiliki jabatan tinggi
atau serba bisa. Tapi
mampu menggunakan
apa yg mereka miliki dan lakukan sehari-hari,
sehingga dia merasa
bahagia dengan
kehidupannya.
Dia bisa jadi inspirasi yang baik bagi anak, dengan segala
kebisaannya.

2. Tahu Diri Sendiri

Saya wanita yang seperti
apa? Bisa apa? Apa yang
saya inginkan? Wanita
yang mampu menjawab
semua pertanyaan itu,
bisa dikatakan wanita
tangguh. Bukan hanya
menyebut sebagai wanita karier, seorang ibu dan seorang istri. Tapi apa yang bisa dilakukan agar
menjadi seperti itu.

3. Memahami Perannya

Tanyakan pada diri
sendiri, apa peran dan
tanggung jawab Anda
dalam keluarga? Serta
apa tujuian yang ingin
Anda raih?
Bukan sekadar berpikir;
'saya punya suami berarti saya adalah istri' atau 'saya punya anak, berarti saya disebut ibu'. Jika begitu, maka yang Anda pentingkah hanyalah status. Sementara seorang menteri dalam
rumah tangga harus tahu ingin menjadi istri atau ibu yang seperti apa.
"Seberapa mampu dia
menjalankan peran
dengan baik? Wanita
tangguh harus punya
keputusan yang seimbang antara pikiran dan perasaan," jelas Alex.

4. Bertanggung Jawab
dan Paham Terhadap
Keputusan yang
Diambilnya

Ketika wanita
memutuskan berhenti
dari pekerjaannya atas
permintaan suami,
apakah lantas dia bukan
wanita tangguh?
Jawabannya, belum tentu.
Jika dia menurutinya
dengan sukarela dan
menjalankan semua
pekerjaan dengan baik,
predikat wanita tangguh
pun pantas disematkan
padanya.
"Wanita tangguh bukan
sekadar melakukan
banyak hal, tapi tahu
alasan di belakang setiap tindakannya. Hanya sibuk tapi tidak dapat makna
hidup, itu yang salah,"
urai Alex lagi.

5. Bisa Membedakan
Antara Keinginan dan
Kebutuhan

Keinginan adalah sesuatu yang dibayangkan untuk
memenuhi kepuasan
hidup.
Sementara kebutuhan, adalah sesuatu yang diperlukan
untuk bertahan hidup.
Menurut Alex,
kebanyakan orang tidak
mempertanyakan apa
yang mereka butuhkan.
Ketika ada sesuatu
terlintas dalam pikiran,
tanyakan kembali pada
diri sendiri apakah itu
yang benar-benar Anda
butuhkan? Jika berpikir
untuk melakukan atau
membeli sesuatu
berdasarkan kebutuhan,
otomatis keinginan akan
terpenuhi.
"Apa yang terpenting
dalam hidup Anda saat
ini? Itu yang harus
dijawab," tukasnya.
Alex mencontohkan,
misalnya Anda ingin
liburan akhir tahun ke
Italia. Pikirkan lagi, apa
yang benar-benar Anda
butuhkan sampai harus
berlibur ke sana?
Jika jawabannya agar
lebih dekat dengan
keluarga, maka apa yang diperlukan agar
kebutuhan itu terpenuhi?
Maka Anda bisa menyewa apartemen dibandingkan dua kamar hotel terpisah untuk lebih menciptakan
kebersamaan.
Apa yang diungkapkan di atas hanyalah sebagian contoh.
Intinya untuk menjadi wanita tangguh dan menteri dalam
rumah tangga, Anda
harus bisa mempertanyakan kembali tujuan, peran dan alasan Anda melakukan segala
hal dalam hidup.


SUMBER: WOLIPOP.COM