gerakan

gerakan
menanam1
Tampilkan postingan dengan label ramadan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2011

Ramadan 2011, Istimewa untuk Indonesia

Ada
yang istimewa pada
Ramadan tahun ini bagi
Indonesia. Sebab
peringatan Nuzulul
Qur'an pada 17 Ramadan
mendatang bertepatan
dengan HUT
Kemerdekaan RI 17
Agustus.
"Ramadan tahun ini
momentum yang sangat
istimewa untuk bangsa
kita. Peringatan Nuzulul
Quran pada 17 Ramadan
nanti akan bertepatan
dengan hari
kemerdekaan," kata
Ketua Umum PBNU KH
Said Aqil Siroj melalui
keterangan tertulis PBNU
yang diterima detikcom,
Minggu (7/8/2011).
Beberapa kali Ramadan
bertepatan dengan bulan
ulang tahun kemerdekaan
RI. Namun baru kali ini
peringatan Nuzulul
Qur'an berbarengan
dengan HUT
Kemerdekaan RI.
Pria yang akrab disapa
Kang Said ini
berpendapat,
keistimewaan Ramadan
bagi Indonesia akan lebih
terasa jika lagu
kabangsaan
dikumandangkan
beriringan dengan
pelafalan ayat-ayat suci Al
Qur'an. Dia berpendapat,
hal ini bisa menjadi
perpaduan yang sangat
harmonis.
"Dan tentunya akan
sangat menyejukkan.
Tidak hanya di hati, tapi
juga untuk kembali
menenangkan gejolak
yang selama ini ada,"
tambahnya.
Dia mengimbuhkan,
dalam catatan sejarah,
kemerdekaan Indonesia
pada tahun 1945 juga
bertepatan dengan bulan
Ramadan, tepatnya pada
hari ke sembilan. Tahun
ini juga untuk kesekian
kalinya peringatan
kemerdekaan bertepatan
dengan puasa. Karena itu
diharapkan bisa memacu
semangat kebangsaan
masyarakat, khususnya
warga Nahdhliyin, untuk
bersama-sama
membangun Indonesia
menjadi lebih baik.
"Di zaman nabi, sejumlah
perang juga dimenangkan
justru saat bulan
Ramadan. Artinya
Ramadan juga bulan
perjuangan, tidak hanya
untuk pribadi muslimin,
tapi juga untuk
kehidupannya sebagai
warga negara," ucap Kang
Said.

SUMBER: DETIK.COM

Rabu, 03 Agustus 2011

Ciri-Cira Malam Lailatul QadarCiri-Cira Malam Lailatul Qadar

Sebagaimana kita ketahui,
Allah menurunkan Al
Quran dalam bulan
Ramadan dan malam
turunnya Al Quran itu
adalah malam qadar,
malam yang penuh
keberkatan sebagaimana
disampaikan oleh Allah
dalam firmannya:
“Sesungguhnya kami
telah menurunkan Al
Quran pada malam Al
Qadar dan tahukah
kamu apa yang
dimaksud dengan
malam kemuliaan (Al
Qadar) itu? Malam
kemuliaan itu lebih
baik dari seribu bulan.
Pada malam itu turun
para malaikat dan Ruh
(Jibril) dengan izin
Tuhannya untuk
mengatur semua
urusan. Sejahterahlah
(malam itu) sampai
terbit fajar.“ (QS.Al
Qadr ayat 1-5)
Juga diriwayatkan oleh HR
Bukhari dari Aisyah,
Rasulullah bersabda:
“Carilah dengan hati-
hati sekali malam Al
Qadar itu di malam-
malam yang ganjil dari
puluhan yang akhir dari
Ramadan.”
Dari firman Allah dan
hadis tersebut di atas kita
mengetahui bahwa malam
Lailatul Qadar terjadi
dalam bulan Ramadan
pada malam-malam ganjil
pada sepuluh hari terakhir
bulan Ramadan. Karena
tidak ada seorang
manusiapun yang
mengetahui kapan malam
yang nilainya sama
dengan seribu bulan itu
akan datang, terlebih lagi
di negeri kita sering terjadi
perbedaan penetapan
awal Ramadan yang
menyebabkan perbedaan
jatuhnya hari-hari ganjil
pada sepuluh hari
terakhir.
Maka sebaiknya di setiap
malam sepuluh hari
terakhir itu kita selalu
mempersiapkan diri untuk
menyambut datangnya
malam Lailatul Qadar
dengan memperbanyak
ibadah, yaitu
memperbanyak salat,
istighfar, tahlil, tahmid
dan ibadah-ibadah
lainnya.
Banyak pertanyaan
apakah ciri-ciri datangnya
malam Lailatul Qadar itu?
Tentang ciri-ciri malam
Lailatul Qadar banyak
ulama yang bebeda
pendapat, tetapi berikut
ini adalah ciri-ciri
datangnya malam Lailatul
Qadar yang sering
diceramahkan ataupun
dituliskan oleh para
ulama:
Pertama, orang yang
mendapatkan Lailatul
Qadar (keberuntungan
pahala dari sisi Allah)
pada malam itu akan
melihat seluruh benda
dan makhluk di muka
bumi ini bersujud kepada
Allah.
Kedua, orang yang
mendapatkan Lailatul
Qadar (keberuntungan
pahala dari sisi Allah)
akan melihat semuanya
terang benderang
walaupun suasananya di
tengah malam.
Ketiga, orang yang
mendapatkan Lailatul
Qadar (keberuntungan
pahala dari sisi Allah) itu
mendengar salam
malaikat dan tutur
katanya.
Keempat, orang yang
mendapatkan Lailatul
Qadar (keberuntungan
pahala dari sisi Allah) itu
dikabulkan segala doanya.
Dan kelima, orang yang
mendapatkan Lailatul
Qadar (keberuntungan
pahala dari sisi Allah) itu
tidak disyaratkan melihat
tanda apa-apa.
Karena bulan Ramadan
adalah bulan yang utama,
bulan yang penuh berkat
sebagaimana telah
dijanjikan Allah, kiranya
akan lebih baik kita
memperbanyak ibadah
terlebih lagi di sepuluh
hari terakhir Ramadan
dengan tidak usah
mengingat ciri-ciri malam
Lailatul Qadar.
(Ditulis berdasarkan
referensi Al Qur’an, Buku
Pedoman Puasa, Prof. DR.
T.M Hasbi Ash Shiddieqy
dan Buku Puasa Ramadan,
DR. H. Ridjaluddin F.N;
M.Ag).
sumber
detikramadhan.com