Otak bisa jadi seperti
'CPU' bagi tubuh karena
tubuh tidak bisa bekerja
jika otak tak berfungsi
dengan baik.
Untuk itu agar fungsinya tetap baik dan optimal, maka otak membutuhkan 4 nutrisi
penting ini.
Otak adalah organ yang
paling penting untuk
mendukung atau
mengatur fungsi organ-
organ lainnya. Selain itu
organ ini juga mengatur
sendiri kebutuhan akan
'bahan bakar' atau
nutrisinya agar bisa
terpelihara dan berfungsi dengan baik.
Jika otak mendapatkan
asupan yang tepat maka
ia akan mampu
memberikan sinyal-sinyal yang tepat sehingga tubuh mampu
melakukannya dengan
benar.
Berikut ini adalah 4
nutrisi yang penting untuk otak, seperti dikutip dari
Lifemojo, Rabu
(5/10/2011) yaitu:
1. Asam lemak esensial
Asam lemak memainkan
peran penting dalam
mempromosikan
pertumbuhan serta
perkembangan otak.
Nutrisi ini juga
meningkatkan sirkulasi
darah, mencegah depresi dan sebagai penguat suasana hati yang menyenangkan sehingga memberikan efek positif
dan vitalitas ke otak.
Asam lemak yang
bertanggung jawab untuk meningkatkan fungsi otak
ini termasuk ALA (alpha
linolenic acid), EPA
(eicosapentaenoic acid)
dan DHA
(docosahexaenoic acid).
Sumbernya dari kacang
almond, minyak biji rami, minyak ikan, salmon, sarden dan mackerel.
2. Vitamin B
Beberapa kelompok
vitamin B memberikan
manfaat untuk fungsi
otak seperti:
- Vitamin B6 atau
Pyridoxine yang penting
untuk produksi berbagai
neurotransmitter seperti
serotonin, dopamin dan
melatonin. Studi
menunjukkan asupan
vitamin ini mampu
meningkatkan memori
pada orang tua,
sumbernya dari biji-bijian, pisang, susu, daging dan
sayuran berdaun hijau.
- Vitamin B12 yang
memainkan peran kunci
dalam fungsi normal otak dan sel saraf serta
pembentukkan sel darah
merah. Vitamin ini
diperoleh dari ikan, telur, susu dan produk susu seperti keju.
3. Antioksidan
Nutrisi ini melindungi sel- sel otak dari proses
oksidasi sehingga mampu mencegah penyakit, serta
membantu
mengembalikan memori
dengan meningkatkan
keseimbangan motorik
dan koordinasi.
Sumbernya dari buah
jeruk, lemon, anggur, ceri, tomat, sayuran berdaun hijau, teh hijau, biji rami dan almond.
4. Vitamin E
Vitamin ini membantu
menjaga sirkulasi darah di otak serta bisa berfungsi
sebagai antioksidan yang
kuat. Sumbernya dari
minyak bunga matahari,
minyak gandum, tomat,
labu, ubi jalar, mangga,
asparagus, brokoli dan
pepaya.
SUMBER: DETIKHEALTH.COM
gerakan
menanam1
Tampilkan postingan dengan label herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label herbal. Tampilkan semua postingan
Minggu, 11 Desember 2011
Minggu, 13 November 2011
Tips Mengatasi Jerawat Dengan Herbal
1. Buatlah pasta dari
bubuk kulit jeruk dengan
air. Kemudian borehkan
pada tempat yang
berjerawat.
2. Jumlah yang sama
campuran jus lemon dan air mawar. Taruh di
jerawat dengan bola
kapas. Biarkan selama
setengah jam dan
bersihkan. Lakukan rutin
setidaknya selama dua
puluh hari.
3. Hapus semua riasan
pada malam hari dan
mencuci muka dengan air
hangat menggunakan
sabun muka.
4. Beberapa kali dalam
sehari, menggosok
jerawat dengan bawang
putih.
5. Membersihkan wajah
dan oleskan putih telur
dengan bola kapas di
jerawat. Biarkan selama
satu jam lalu bersihkan
dengan baik.
6. Hanya pada tempat
yang berjerawat borehkan
beberapa pasta gigi pada malam hari. Pastikan
bahwa Anda tidak
menerapkannya pada
kulit Anda, karena akan
membuat kulit Anda
kering.
7. Menggunakan pasta
terbuat dari air mawar
dengan cendana di
daerah jerawat. Cara ini
bisa dilakukan bagi Anda yang memiliki tipe kulit
berminyak.
8. Pasta yang terbuat dari mentimun dan terapkan
campuran ini pada daerah
yang terkena jerawat.
9. Minum teh hijau atau teh merahuntuk
mendapatkan bebas
jerawat kulit. Teh ini tidak
hanya akan membantu
Anda untuk hidrat tubuh
Anda, tetapi juga
mengandung antioksidan
yang sangat berharga
bagi tubuh Anda.
10. Yoga, akan
meningkatkan aliran
darah kulit dan
mendukung proses
penyembuhan.
11. Makan lebih banyak
buah-buahan segar,
sayuran, kacang-
kacangan dan biji-bijian di antara waktu makan dan minum setidaknya
delapan gelas air per hari.
Ingat, kacang Brazil
memiliki selenium
sementara biji labu
mengandung mineral
zinc, ini sangat membantu
mengurangi jerawat.
SUMBER: BERITAUNIK.NET
bubuk kulit jeruk dengan
air. Kemudian borehkan
pada tempat yang
berjerawat.
2. Jumlah yang sama
campuran jus lemon dan air mawar. Taruh di
jerawat dengan bola
kapas. Biarkan selama
setengah jam dan
bersihkan. Lakukan rutin
setidaknya selama dua
puluh hari.
3. Hapus semua riasan
pada malam hari dan
mencuci muka dengan air
hangat menggunakan
sabun muka.
4. Beberapa kali dalam
sehari, menggosok
jerawat dengan bawang
putih.
5. Membersihkan wajah
dan oleskan putih telur
dengan bola kapas di
jerawat. Biarkan selama
satu jam lalu bersihkan
dengan baik.
6. Hanya pada tempat
yang berjerawat borehkan
beberapa pasta gigi pada malam hari. Pastikan
bahwa Anda tidak
menerapkannya pada
kulit Anda, karena akan
membuat kulit Anda
kering.
7. Menggunakan pasta
terbuat dari air mawar
dengan cendana di
daerah jerawat. Cara ini
bisa dilakukan bagi Anda yang memiliki tipe kulit
berminyak.
8. Pasta yang terbuat dari mentimun dan terapkan
campuran ini pada daerah
yang terkena jerawat.
9. Minum teh hijau atau teh merahuntuk
mendapatkan bebas
jerawat kulit. Teh ini tidak
hanya akan membantu
Anda untuk hidrat tubuh
Anda, tetapi juga
mengandung antioksidan
yang sangat berharga
bagi tubuh Anda.
10. Yoga, akan
meningkatkan aliran
darah kulit dan
mendukung proses
penyembuhan.
11. Makan lebih banyak
buah-buahan segar,
sayuran, kacang-
kacangan dan biji-bijian di antara waktu makan dan minum setidaknya
delapan gelas air per hari.
Ingat, kacang Brazil
memiliki selenium
sementara biji labu
mengandung mineral
zinc, ini sangat membantu
mengurangi jerawat.
SUMBER: BERITAUNIK.NET
Sabtu, 05 November 2011
Mengatasi Keputihan dengan Herbal
Keputihan merupakan
salah satu gangguan pada organ reproduksi wanita.
Keputihan ditandai
dengan keluarnya cairan
(bukan darah) dari vagina
secara berlebihan. Setiap wanita sekali waktu pernah mengalami
keputihan dalam
hidupnya, bahkan banyak
yang sering
mengalaminya. Dalam
keadaan yang normal,
vagina yang sehat
memproduksi cairan
untuk membersihkan
vagina dari benda-benda asing yang tidak
diinginkan. Cairan tersebut juga berfungsi sebagai
pelumas dalam hubungan
seksual untuk membantu
penetrasi penis, serta
membantu fungsi
reproduksi. Sekresi alami tersebut bisa cair seperti
air atau kadang-kadang
agak berlendir, umumnya
cairan yang keluar sedikit,
jernih dan tidak berbau.
Selama kehamilan,
menjelang dan sesudah
menstruasi dan pada
masa ovulasi atau masa
subur ketika sel telur siap dibuahi, vagina cenderung
mengeluarkan lebih
banyak cairan sehingga
timbul keputihan. Begitu
juga akibat rangsangan
seksual dan saat
melakukan senggama
cairan yang dikeluarkan
vagina lebih banyak.
Keputihan yang terjadi
karena hal tersebut, masih
tergolong normal dan
sehat. Namun, jika cairan yang keluar berlebihan
dan sifatnya berubah-
ubah, menimbulkan rasa
gatal, rasa panas dan
perih sewaktu buang air kemih atau rasa nyeri sewaktu bersenggama,
serta mengeluarkan bau yang tidak sedap, maka hal tersebut perlu
diwaspadai karena
merupakan keputihan
yang tidak semestinya.
Keputihan bukan suatu
penyakit tersendiri, tetapi dapat merupakan gejala
dari suatu penyakit lain.
Keputihan yang
berlangsung terus
menerus dalam waktu
yang cukup lama dan
menimbulkan keluhan,
perlu dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui
penyebabnya.
Keputihan dapat
disebabkan oleh berbagai
hal, seperti infeksi
mikroorganisme yaitu
bakteri, jamur, virus atau parasit. Juga dapat
disebabkan karena
gangguan keseimbangan
hormon, stres, kelelahan
kronis, peradangan alat
kelamin, benda asing
dalam vagina, dan adanya
penyakit dalam organ
reproduksi seperti kanker leher rahim. Keputihan
akibat infeksi
penularannya sebagian
besar melalui hubungan seksual.
Jumlah, warna, dan bau
dari cairan keputihan
akibat infeksi
mikroorganisme
tergantung dari jenis
mikroorganisme yang
menginfeksinya.
Infeksi yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis ciri- cirinya : cairan yang keluar bersifat encer, berwarna
hijau terang dan berbau tidak sedap, disertai dengan rasa gatal, sering
buang air kecil tapi
sedikit-sedikit dan rasanya panas. Infeksi oleh jamur Candida albicans
mempunyai ciri-ciri :
cairan vagina yang keluar
berwarna putih, kental,
ada bercak putih yang
melekat pada dinding
vagina, seringkali disertai
rasa gatal yang intensif.
Infeksi oleh bakteri
Gardnerella vaginalis
menimbulkan cairan yang
berwarna putih keruh
keabu-abuan, agak
lengket, berbau tidak
sedap serta rasa gatal dan
panas pada vagina.
Herbal atau tumbuhan
obat yang dapat
digunakan untuk
mengatasi keputihan
diantaranya berfungsi
sebagai antiradang, anti-
infeksi, antiseptik,
menghilangkan gatal,
pengelat (mengerutkan
selaput lendir sehingga
dapat mengurangi sekresi
cairan). Menggunakan
resep dari herbal harus
dilakukan setiap hari
secara teratur sampai
keluhan hilang.
TUMBUHAN OBAT YANG DIGUNAKAN
UNTUK MENGATASI
KEPUTIHAN,
antara lain :
1.Daun Sirih (Piper betle L.)
-Khasiat :
Antiradang, anti-
infeksi dan menghilangkan gatal.
2.Sambiloto (Andrographis
paniculata)
-Khasiat :
Antiradang,
menghilangkan bengkak,
menghilangkan panas.
3.Kunyit (Curcuma
longa L.)
-Khasiat :
Antiradang,
antibakteri
4.Kulit delima (Punica
granatum)
-Khasiat :
Sebagai astringent /pengelat
(mengurangi sekresi
cairan)
5.Rumput Mutiara
(Hedyotis corymbosa)
-Khasiat :
Berkhasiat
antiradang, antikanker
6.Tumbuhan Leunca
(Solanum nigrum L.)
-Khasiat :
antiradang, antikanker,
menghilangkan bengkak,
menghilangkan gatal,
peluruh kemih,
menghilangkan panas.
7.Bunga Jengger Ayam
(Celosia cristata)
-Khasiat :
antiradang,
pengelat (astringent),
peluruh kemih,
menghilangkan keputihan.
Berikut contoh resep
herbal untuk mengatasi
keputihan.
Resep 1.
(Pemakaian luar)
10-15 lembar daun sirih + 30 gram daun jambu biji, dicuci bersihlalu direbus dengan 2 liter air hingga tersisa 1 liter, disaring, hangat-hangat kuku digunakan untuk mencuci vagina. Lakukan secara
teratur.
Resep 2.
(Pemakaian dalam)
20 gram kunyit (dipotong- potong)+ 10 gram sambiloto kering + 15 gram kulit delima kering, dicuci bersih semuanya, lalu direbus dengan 800 cc
air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari (dapat ditambahkan gula aren atau madu). Lakukan secara teratur.
SUMBER:DECHACARE.COM
salah satu gangguan pada organ reproduksi wanita.
Keputihan ditandai
dengan keluarnya cairan
(bukan darah) dari vagina
secara berlebihan. Setiap wanita sekali waktu pernah mengalami
keputihan dalam
hidupnya, bahkan banyak
yang sering
mengalaminya. Dalam
keadaan yang normal,
vagina yang sehat
memproduksi cairan
untuk membersihkan
vagina dari benda-benda asing yang tidak
diinginkan. Cairan tersebut juga berfungsi sebagai
pelumas dalam hubungan
seksual untuk membantu
penetrasi penis, serta
membantu fungsi
reproduksi. Sekresi alami tersebut bisa cair seperti
air atau kadang-kadang
agak berlendir, umumnya
cairan yang keluar sedikit,
jernih dan tidak berbau.
Selama kehamilan,
menjelang dan sesudah
menstruasi dan pada
masa ovulasi atau masa
subur ketika sel telur siap dibuahi, vagina cenderung
mengeluarkan lebih
banyak cairan sehingga
timbul keputihan. Begitu
juga akibat rangsangan
seksual dan saat
melakukan senggama
cairan yang dikeluarkan
vagina lebih banyak.
Keputihan yang terjadi
karena hal tersebut, masih
tergolong normal dan
sehat. Namun, jika cairan yang keluar berlebihan
dan sifatnya berubah-
ubah, menimbulkan rasa
gatal, rasa panas dan
perih sewaktu buang air kemih atau rasa nyeri sewaktu bersenggama,
serta mengeluarkan bau yang tidak sedap, maka hal tersebut perlu
diwaspadai karena
merupakan keputihan
yang tidak semestinya.
Keputihan bukan suatu
penyakit tersendiri, tetapi dapat merupakan gejala
dari suatu penyakit lain.
Keputihan yang
berlangsung terus
menerus dalam waktu
yang cukup lama dan
menimbulkan keluhan,
perlu dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui
penyebabnya.
Keputihan dapat
disebabkan oleh berbagai
hal, seperti infeksi
mikroorganisme yaitu
bakteri, jamur, virus atau parasit. Juga dapat
disebabkan karena
gangguan keseimbangan
hormon, stres, kelelahan
kronis, peradangan alat
kelamin, benda asing
dalam vagina, dan adanya
penyakit dalam organ
reproduksi seperti kanker leher rahim. Keputihan
akibat infeksi
penularannya sebagian
besar melalui hubungan seksual.
Jumlah, warna, dan bau
dari cairan keputihan
akibat infeksi
mikroorganisme
tergantung dari jenis
mikroorganisme yang
menginfeksinya.
Infeksi yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis ciri- cirinya : cairan yang keluar bersifat encer, berwarna
hijau terang dan berbau tidak sedap, disertai dengan rasa gatal, sering
buang air kecil tapi
sedikit-sedikit dan rasanya panas. Infeksi oleh jamur Candida albicans
mempunyai ciri-ciri :
cairan vagina yang keluar
berwarna putih, kental,
ada bercak putih yang
melekat pada dinding
vagina, seringkali disertai
rasa gatal yang intensif.
Infeksi oleh bakteri
Gardnerella vaginalis
menimbulkan cairan yang
berwarna putih keruh
keabu-abuan, agak
lengket, berbau tidak
sedap serta rasa gatal dan
panas pada vagina.
Herbal atau tumbuhan
obat yang dapat
digunakan untuk
mengatasi keputihan
diantaranya berfungsi
sebagai antiradang, anti-
infeksi, antiseptik,
menghilangkan gatal,
pengelat (mengerutkan
selaput lendir sehingga
dapat mengurangi sekresi
cairan). Menggunakan
resep dari herbal harus
dilakukan setiap hari
secara teratur sampai
keluhan hilang.
TUMBUHAN OBAT YANG DIGUNAKAN
UNTUK MENGATASI
KEPUTIHAN,
antara lain :
1.Daun Sirih (Piper betle L.)
-Khasiat :
Antiradang, anti-
infeksi dan menghilangkan gatal.
2.Sambiloto (Andrographis
paniculata)
-Khasiat :
Antiradang,
menghilangkan bengkak,
menghilangkan panas.
3.Kunyit (Curcuma
longa L.)
-Khasiat :
Antiradang,
antibakteri
4.Kulit delima (Punica
granatum)
-Khasiat :
Sebagai astringent /pengelat
(mengurangi sekresi
cairan)
5.Rumput Mutiara
(Hedyotis corymbosa)
-Khasiat :
Berkhasiat
antiradang, antikanker
6.Tumbuhan Leunca
(Solanum nigrum L.)
-Khasiat :
antiradang, antikanker,
menghilangkan bengkak,
menghilangkan gatal,
peluruh kemih,
menghilangkan panas.
7.Bunga Jengger Ayam
(Celosia cristata)
-Khasiat :
antiradang,
pengelat (astringent),
peluruh kemih,
menghilangkan keputihan.
Berikut contoh resep
herbal untuk mengatasi
keputihan.
Resep 1.
(Pemakaian luar)
10-15 lembar daun sirih + 30 gram daun jambu biji, dicuci bersihlalu direbus dengan 2 liter air hingga tersisa 1 liter, disaring, hangat-hangat kuku digunakan untuk mencuci vagina. Lakukan secara
teratur.
Resep 2.
(Pemakaian dalam)
20 gram kunyit (dipotong- potong)+ 10 gram sambiloto kering + 15 gram kulit delima kering, dicuci bersih semuanya, lalu direbus dengan 800 cc
air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari (dapat ditambahkan gula aren atau madu). Lakukan secara teratur.
SUMBER:DECHACARE.COM
Aneka Herbal Penurun Gula Darah(DIABETES)
Tanaman obat pun bisa
dikonsumsi untuk
membantu mengendalikan gula
darah. "Obat herbal
bekerja seperti insulin.
Tanaman herbal ini bisa
digunakan dalam jangka panjang tanpa efek samping berarti,"
imbuhnya.
Diungkapkan Dr. Prapti
Utami, dokter yang
mendalami tanaman obat, tanaman obat berfungsi konstruktif, yaitu membangun kembali jaringan yang rusak serta
menyembuhkan
komplikasi. Obat herbal
bekerja menurunkan gula darah dengan mekanisme menghambat penyerapan gula berkat kadar seratnya yang tinggi.
Tanaman seperti pare
bekerja memperbaiki sel beta pankreas. "Ada juga yang merangsang sel beta pankreas gula darah," ujar
Dr Prapti.
Untuk diabetesi yang
harus mengongurns obat dari dokter agar gula darahnya terkendali, perlu
konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum
mengonsumsi tanaman
obat. "Perlu jarak waktu antara minum obat clan minum tanaman obat,"
kata Prof. Sumali.
Berikut adalah beberapa herbal
penurun gula darah :
1. Mahkota Dewa
-Efek farmakologi:
antiradang, obat disentri, sakit kulit, dan eksim.
-Cara penggunaan :
lima hingga tujuh iris buah mahkota dewa diseduh dengan satu gelas air
panas (200 cc). Tutup dan biarkan sebentar agar melarut dulu. Setelah itu minum secukupnya.
2. Brotowali
-Efek farmakologi :
analgesik (menghilangkan
rasa sakit), anti piretik
(menurunkan panas)
-Cara penggunaan :
siapkan 6 cm batang
brotowali, cuci bersih, lalu potong-potong.
Tambahkan sepertiga
genggam daun sambiloto
dan sepertiga daun kumis kucing. Rebus dengan tiga gelas sampai menjadi dua
gelas. Diminum setelah
makan.
3. Mengkudu
-Efek farmakologi :
memperbaiki sel beta
pankreas dan reseptor
insulin yang tidak
berfungsi dengan baik.
-Cara penggunaan : dua buah mengkudu masak diparut, tambahkan sedikit air kapur. Aduk sampai merata. Peras
dengan sepotong kain lalu diminum.
4. Lidah buaya
-Efek farmakologi :
antiradang, pencahar
-Cara penggunaan :
1 lembar lidah buaya dicuci bersih, buang durinya, kemudian dipotong- potong, Rebus lidah buaya
dengan tiga gelas air
sampai menjadi satu
setengah gelas. Minum 3 x1,5 gelas setiap habis makan.
5. Pare
-Efek farmakologi :
antiradang, sifatnya
dingin. Charantin dan
polypeptide-P di dalam
pare merangsang sel beta pankreas mengeluarkan insulin.
-Cara penggunaan :
200 gram buah pare segar dipotong-potong, lalu dijus atau direbus.
Kemudian airnya
diminum.
6. Teh Hijau
-Efek farmakologi :
polifenol di dalam teh
meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Efek teh hijau terhadap insulin
ini pernah diteliti oleh
Hiroshi Tsuneki dkk dan
diterbitkan dalam jumal
BMC Pharmacology edisi 2004.
-Cara penggunaan : satu sendok tek daun teh hijau diseduh dengan air panas.
Minum setelah makan.
SUMBER: DECHACARE.COM
dikonsumsi untuk
membantu mengendalikan gula
darah. "Obat herbal
bekerja seperti insulin.
Tanaman herbal ini bisa
digunakan dalam jangka panjang tanpa efek samping berarti,"
imbuhnya.
Diungkapkan Dr. Prapti
Utami, dokter yang
mendalami tanaman obat, tanaman obat berfungsi konstruktif, yaitu membangun kembali jaringan yang rusak serta
menyembuhkan
komplikasi. Obat herbal
bekerja menurunkan gula darah dengan mekanisme menghambat penyerapan gula berkat kadar seratnya yang tinggi.
Tanaman seperti pare
bekerja memperbaiki sel beta pankreas. "Ada juga yang merangsang sel beta pankreas gula darah," ujar
Dr Prapti.
Untuk diabetesi yang
harus mengongurns obat dari dokter agar gula darahnya terkendali, perlu
konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum
mengonsumsi tanaman
obat. "Perlu jarak waktu antara minum obat clan minum tanaman obat,"
kata Prof. Sumali.
Berikut adalah beberapa herbal
penurun gula darah :
1. Mahkota Dewa
-Efek farmakologi:
antiradang, obat disentri, sakit kulit, dan eksim.
-Cara penggunaan :
lima hingga tujuh iris buah mahkota dewa diseduh dengan satu gelas air
panas (200 cc). Tutup dan biarkan sebentar agar melarut dulu. Setelah itu minum secukupnya.
2. Brotowali
-Efek farmakologi :
analgesik (menghilangkan
rasa sakit), anti piretik
(menurunkan panas)
-Cara penggunaan :
siapkan 6 cm batang
brotowali, cuci bersih, lalu potong-potong.
Tambahkan sepertiga
genggam daun sambiloto
dan sepertiga daun kumis kucing. Rebus dengan tiga gelas sampai menjadi dua
gelas. Diminum setelah
makan.
3. Mengkudu
-Efek farmakologi :
memperbaiki sel beta
pankreas dan reseptor
insulin yang tidak
berfungsi dengan baik.
-Cara penggunaan : dua buah mengkudu masak diparut, tambahkan sedikit air kapur. Aduk sampai merata. Peras
dengan sepotong kain lalu diminum.
4. Lidah buaya
-Efek farmakologi :
antiradang, pencahar
-Cara penggunaan :
1 lembar lidah buaya dicuci bersih, buang durinya, kemudian dipotong- potong, Rebus lidah buaya
dengan tiga gelas air
sampai menjadi satu
setengah gelas. Minum 3 x1,5 gelas setiap habis makan.
5. Pare
-Efek farmakologi :
antiradang, sifatnya
dingin. Charantin dan
polypeptide-P di dalam
pare merangsang sel beta pankreas mengeluarkan insulin.
-Cara penggunaan :
200 gram buah pare segar dipotong-potong, lalu dijus atau direbus.
Kemudian airnya
diminum.
6. Teh Hijau
-Efek farmakologi :
polifenol di dalam teh
meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Efek teh hijau terhadap insulin
ini pernah diteliti oleh
Hiroshi Tsuneki dkk dan
diterbitkan dalam jumal
BMC Pharmacology edisi 2004.
-Cara penggunaan : satu sendok tek daun teh hijau diseduh dengan air panas.
Minum setelah makan.
SUMBER: DECHACARE.COM
Langganan:
Postingan (Atom)