gerakan

gerakan
menanam1

Minggu, 31 Juli 2011

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Berpuasa
didefinisikan sebagai
periode tubuh yang
pantang mengasup semua
jenis makanan atau
makanan tertentu.
Bertolak belakang dengan
persepsi bahwa berpuasa
memburuk kesehatan
tubuh, puasa justru
memiliki banyak manfaat
bagi tubuh.
Menurut AJ Carlson,
Profesor Fisiologi di
Universitas Chicago seperti
dikutip dari MedIndia
menyatakan, orang sehat
dan tidak memiliki
masalah stres serta
gangguan emosi dapat
bertahan tanpa makanan
selama 50-75 hari.
Setiap pon lemak manusia
setara dengan 3.500 kalori
yang bisa digunakan
untuk melakukan aktivitas
fisik berat seharian.
Berikut beberapa efek
positif berpuasa.
Menyembuhkan dengan
cepat
Hari-hari awal berpuasa
merupakan fase tersulit.
Tubuh akan
mengeluarkan sejumlah
besar racun melalui aliran
darah, pori dan organ
pembuangan lain. Ini
terlihat dari menebalnya
lapisan lidah dan nafas
yang biasanya lebih
berbau pada hari-hari
pertama.
Setelah puasa berlanjut
pada hari-hari setelahnya,
proses pembersihan tubuh
disempurnakan. Lemak
tubuh yang tidak
bermanfaat, racun yang
terakumulasi dalam sel
tubuh akan dikeluarkan.
Sel yang sakit, sel-sel
mati, lapisan lendir
menebal di dinding usus,
limbah aliran darah
dikeluarkan lewat hati,
limpa, dan ginjal.
Tubuh akan
menggunakan mineral
penting dan vitamin untuk
membuang racun dan
jaringan tua. Saat beban
racun tubuh berkurang,
efisiensi setiap sel
ditingkatkan. Sehingga
mempercepat proses
penyembuhan dan
sekaligus menghemat
energi.
Lebih Energik
Mengapa orang merasa
lebih energik setelah
berpuasa? Selain itu, rasa
lapar orang yang berpuasa
berkurang dibandingkan
saat normal.
Tidak banyak yang
mengetahui bahwa tubuh
memerlukan energi besar
untuk mencerna
makanan. Puasa
mengistirahatkan sistem
pencernaan. Sehingga
energi disimpan untuk
menyembuhkan diri dan
memperbaiki sel tubuh.
Energi akan digunakan
untuk membersihan dan
detoksifikasi usus, darah,
serta menyembuhkan sel-
sel tubuh dari berbagai
penyakit. Puasa
meningkatkan kekebalan
tubuh, meningkatkan
kesehatan fisik dan
mental serta
meremajakan tubuh.
Manfaat khusus
- Mengatasi kecanduan
kafein, rokok, nikotin,
narkoba dan alkohol.
- Puasa membantu
menurunkan kadar
kolesterol.
- Puasa mengurangi
gangguan sistem
pencernaan seperti
sembelit, kembung, dan
gastritis.
- Puasa dengan kontrol
pada penderita diabetes
membuat perubahan gaya
hidup dan pola makan
sehingga akan
memperbaiki kondisi
mereka.
- Puasa meningkatkan
kewaspadaan mental.
Racun yang dibersihkan
dari sistem limfatik
meningkatkan konsentrasi
dan energi untuk
melakukan aktivitas.

SUMBER: vivaNews.com

Minggu, 24 Juli 2011

Warning Untuk Malaysia…Indonesia mulai Belanja Alutsista besar-besaran

Akhirnya indonesia mulai
kehilangan kesabaran,
karena terus menerus
dipameri kekuatan militer
negara tetangga yg terus
menerus melecehkan
kedaulatan Indonesia.
Rencana kedatangan
alutsista TNI 2010-2014
dengan anggaran
pembelian US$ 15 Milyar
aatau kira-kira Rp.150
Trilyun,-
Renstra TNI 2010-2014
memberikan nuansa
pelangi terhadap
komparasi alutsista yang
akan diperbaharui yaitu
adanya diversifikasi
terhadap jenis alutsista
produksi dalam negeri ,
dari Rusia, China dan
Amerika Serikat.
Setidaknya itu yang
mengemuka dalam
statement yang
dikemukakan Panglima
TNI Jendral Djoko Santoso
dalam rapat kerja dengan
Komisi I DPR RI di Jakarta
kemarin.
Dalam rencana strategis
itu diungkapkan bahwa
TNI akan memenuhi
kebutuhan armada kapal
perang dengan memesan
35 Kapal Cepat Rudal
Trimaran ukuran 60
meter, 40 Kapal Patroli
Cepat Rudal ukuran 40
meter dan 15 Korvet
semuanya produksi dalam
negeri. Sementara 2 kapal
selam kelas Kilo dari Rusia
dipastikan hadir tahun
2013.
Untuk Kapal Cepat Rudal
Trimaran dan Patroli
Cepat adalah produksi
swasta nasional, masing-
masing akan dilengkapi
sepasang rudal buatan
China dan Rusia,
sementara Korvet adalah
produksi PT PAL Indonesia,
demikian diungkapkan
Jendral Djoko Santoso.
Angkatan Udara Indonesia
akan diperkuat dengan
pembelian 22 F16 CD dari
Amerika Serikat dan 12
pesawat angkut Hercules.
Saat ini TNI AU memiliki
10 F16 AB dan 38 Hercules
berbagai seri.
Beberapa minggu yang
lalu Jet tempur SU27 dari
Rusia tiba di PangkalanAU
Makassar. Dengan
kedatangan 3 penempur
Sukhoi itu, TNI AU
memiliki 10 Sukhoi dan
merencanakan akan terus
menambah pesawat
empur jenis ini sampai
mencapai 48 buah ( 4
skuadron).
Yang menarik dari renstra
TNI ini adalah adanya
pergelaran rudal produksi
dalam negeri yang mampu
menjangkau jarak tembak
sampai 300 km dan
sekaligus mengubah
konsep hankam TNI dari
defensif murni menjadi
pre emptive strike.
Menurut pengamat militer
Jales Primowardhani
perubahan konsep ini
dipicu oleh keangkuhan
Malaysia yang
mengganggu teritori
Indonesia terutama
perairan Ambalat. Ini yang
membuat petinggi TNI dan
bahkan Presiden SBY
merasa gerah dan
kemudian mempersiapkan
arsenal berbagai jenis
untuk mengantisipasi
kondisi terburuk, katanya.
TNI memang sedang
mempersiapkan diri,
memperbaharui
alutsistanya. Lihat saja di
kalimantan, Kodam
dimekarkan menjadi 2
dengan menambah
kekuatan pasukan secara
besar-besaran sampai
mencapai 30 ribu,
pembentukan 8 batalyon
infantri, 6 batalyon
kavaleri, 4 batalyon artileri
dan 4 batalyon rudal.
Tarakan juga menjadi
home base bagi 16
pesawat tempur Super
Tucano disamping
Pontianak yang sudah
eksis sengan 16 pesawat
tempur Hawk.
Seorang petinggi di
Kementerian Pertahanan
Indonesia yang enggan
disebut namanya
membenarkan bahwa TNI
sedang mempersiapkan
kekuatannya dengan
memperbesar satuan-
satuannya. Marinir akan
ditambah menjadi 60ribu
pasukan, Kostrad sedang
membangun divisi 3,
Kodam-kodam menambah
batalyon infanri dan
mekanis. Rudal berbagai
jenis sudah dan sedang
dalam pesanan seperti
Qw3, C-802, Yakhont,
AGM Maverick. Nantinya
kekuatan TNI AL
bertumpu pada kekuatan
3 armada tempur dengan
kekuatan 276 KRI, 12
Kapal Selam , 60 ribu
marinr. TNI AU dengan 4
Skuadron Sukhoi, 3
Skuadron F16, 2 Skuadron
Hawk, 1 skuadron
Stucano, 1 skuadron Yak
130.
TNI AD dengan 3 divisi
Kostrad, 21 Kodam
dengan kekuatan pasukan
mencapai 450 ribu tentara.
sumber :reuters
Rencana pembelian
3 Sukhoi SU27 April 2010
(realisasi 5 sep 2010 dan
15 sep 2010)
16 Super Tucano
September 2010 (DICARI
ALTERNATIF LAIN)
8 Heli tempur MI35
Nopember 2010
12 Heli tempur MI17
Oktober 2010
6 Sukhoi SU30 Mei 2011
6 Hercules Desember 2010
8 Kapal Cepat Rudal
Ctmaran Nopember 2010
6 Hercules Nopember
2011
22 F16 CD Oktober 2011 -
Juni 2012
12 Kapal Cepat Rudal
Ctmaran Desember 2011
4 Korvet PAL Juni - Okt
2011
16 Yak 130 April 2013
10 Sukhoi SU27/30
Nopember 2013
2 Kapal Selam Kilo
Desember 2013
20 Kapal Patroli Cepat
Rudal Jan - Des 2011
80 Rudal Lapan Juni - Okt
2010
12 Korvet PAL Jan 2012-
Des 2013
5 Batteray S300 Mei 2013
2 Kapal Selam U214 Okt
2014
10 Sukhoi SU35 Agustus
2014
200 Rudal Lapan Feb - Sep
2011
Sumber : Jane’s Defence
Feb 2010
Nah… mestinya dari dulu
kita mulai memikirkan
penambahan alutsista kita,
tapi tidak apalah
meskipun sedikit
terlambat tapi saya
sebagai warga negara
sangat menghargai sikap
pemimpin2 kita yg mulai
menyadari pentingnya
persenjataan guna
menjaga kedaulatan
Bangsa dan Negara
Indonesia.
Bravo Indonesia…Bravo
TNI….. jangan biarkan
negara lain terutama
malaysia coba-coba
melecehkan kedaulatan
kita..!!
Untuk Malaysia….. berhati-
hatilah dengan Indonesia,
karena militer Indonesia
sudah mulai kehabisan
kesabarannya.

Sumber: kompasiana.com

Selasa, 19 Juli 2011

10 Cerita Ngeres tapi Lucu dijamin ngakak

1. Kuputar tubuhnya
menghadap belakang.
Lalu kutusuk lubang kecil
nan sempit itu, tiba-tiba
tubuhnya bergetar hebat…
”Lagi mau nge-charge HP,
eh, ada sms.”
2. Rena mengambil tisu,
lalu mengelap lendir
bening pacarnya itu.
“Gara–gara kamu, sampe
keluar gini,” kata sang
pacar. “Maaf say, kamu
jadi ketularan flu,” ujar
Rena.
3. Benda bulat itu
dipegang tante Intan,
digerakkan naik-turun
dengan penuh semangat,
otot-ototnya pun menjadi
tegang. “Ugh, capeknya
angkat barbel.”
4. Cewek : “Uuh… Mas,
kamu kok lama banget sih
keluarnya? Aku pegel
nih… cape.”
Cowok : “Maaf say, tadi
dosennya ngasih tugas
dulu. Udah lama di sini?”
5. Para tante
mengerubungiku, seraya
memaksaku mengocoknya
lebih cepat, akhirnya
keluar juga benda putih
itu. “Arisan kali ini yang
dapet tante Marni.”
6. Jariku masuk ke dalam
lubang yang sempit itu.
Kugesek-gesek lalu tiba-
tiba jariku terasa basah
oleh lendir yang bening.
“Gini nih kalo ngupil pas
lagi pilek… huh.”
7. Gadis muda itu
berjongkok di depanku
tanpa mengenakan celana
dalam, ia pun menatapku
dan berkata, “ Ayah…
pipisnya udah.”
8. Setelah lama tawar
menawar, harga
disepakati. Mawar pun
berkata, “Mau pake
kondom ga??” Gue,
“Boleh, biar ga lecet kan
casingnya?”
9. “Beb, rada cepet dong
genjotannya, udah mau
nyampe nih…” ujar Rani.
“Huff… iya beb, aku udah
sekuat tenaga genjotnya
nih.” Jawab Tomi sambil
ngos-ngosan. “Awas ada
anak kecil nyebrang!”
pekik Rani panik.
10. Mulut Rani kempot
saking nafsu
mengenyotnya, dan benar
saja, tak lama kemudian
cairan kental dan manis
itu tumpah dalam
mulutnya. “Oh, enaknya
permen blaster.”

sumber: hamsterHead

Senin, 18 Juli 2011

Coklat Khusus Untuk Mengatasi Nyeri Haid

Makan cokelat terbukti
bisa menjaga kesehatan
jantung karena
mengandung berbagai
senyawa bermanfaat.
Bukan itu saja, kini
dengan ditambahi bahan-
bahan berkhasiat obat
cokelat juga bisa
mengatasi kram perut
serta nyeri saat
menstruasi.
Sesuai namanya yakni
CocoPMS, cokelat khusus
ini memang ditujukan
untuk mengatasi keluhan-
keluhan Pre Menstrual
Syndrome (PMS). Di
antaranya adalah nyeri
dan kram di sekitar perut,
sakit kepala serta
gangguan emosi pada
sebagian perempuan.
Khaisat ini tentu saja
bukan semata-mata
berasal dari kandungan
alami cokelat pada
umumnya, melainkan
sudah dimodifikasi dan
diberi tambahan bahan
lain. Termasuk di
antaranya, 2 senyawa
antiinflamasi yakni ekstrak
buah chasteberry dan
bilberry.
Karena kandungan dan
khasiatnya tidak sama
dengan cokelat biasa,
harganya tentu juga
berbeda. Tiap kemasan
cokelat ini dijual dengan
harga bervariasi
tergangung ukurannya,
namun kisarannya sangat
mahal yakni antara 7,5
hingga 30 poundsterling
atau sekitar Rp 103-413
ribu.
Meski begitu cokelat
buatan perusahaan
Amerika Serikat, Xan
Confection ini
diperkirakan tetap akan
laku karena para
perempuan pasti
menganggap cokelat
sebagai solusi paling enak
untuk mengatasi PMS.
Apalagi PMS dikeluhkan
oleh 1 dari 3 perempuan
di usia subur.
Tidak diketahui pasti apa
penyebab berbagai
keluhan pada PMS,
namun diduga kuat
berhubungan dengan
siklus hormonal.
Menjelang menstruasi,
perubahan kadar
progesteron
menyebabkan rasa letih,
gangguan emosi yang
disertai kram dan juga
rasa nyeri.
CocoPMS juga bukan
satu-satunya cokelat unik
yang dibuat oleh Xan
Confection. Dikutip dari
Dailymail, Senin
(18/7/2011), perusahaan
ini memang khusus
membuat cokelat untuk
tujuan tertentu misalnya
CocoPreggers yang
diperuntukkan bagi para
perempuan yang ingin
segera mendapat
momongan.
Sama seperti CocoPMS,
CocoPreggers juga diberi
tambahan zat aktif agar
memiliki khasiat tertentu.
Supaya bisa membuat
perempuan cepat hamil,
cokelat ini diperkaya
dengan 200 mikrogram
asam folat serta
Docosahexaenoic Acid
(DHA), sejenis asam
lemak omega-3 yang bisa
meningkatkan kesuburan.
Sumber : detik.com

Selasa, 12 Juli 2011

Untuk melakukan asuhan persalinan normal (APN) dirumuskan 58 langkah asuhan persalinan normal

1. Mendengar & Melihat
Adanya Tanda Persalinan
Kala Dua.
2. Memastikan
kelengkapan alat
pertolongan persalinan
termasuk mematahkan
ampul oksitosin &
memasukan alat suntik
sekali pakai 2½ ml ke
dalam wadah partus set.
3. Memakai celemek
plastik.
4. Memastikan lengan
tidak memakai perhiasan,
mencuci tangan dgn
sabun & air mengalir.
5. Menggunakan sarung
tangan DTT pada tangan
kanan yg akan digunakan
untuk pemeriksaan dalam.
6. Mengambil alat suntik
dengan tangan yang
bersarung tangan, isi
dengan oksitosin dan
letakan kembali kedalam
wadah partus set.
7. Membersihkan vulva
dan perineum dengan
kapas basah yang telah
dibasahi oleh air matang
(DTT), dengan gerakan
vulva ke perineum.
8. Melakukan
pemeriksaan dalam –
pastikan pembukaan
sudah lengkap dan
selaput ketuban sudah
pecah.
9. Mencelupkan tangan
kanan yang bersarung
tangan ke dalam larutan
klorin 0,5%, membuka
sarung tangan dalam
keadaan terbalik dan
merendamnya dalam
larutan klorin 0,5%.
10. Memeriksa denyut
jantung janin setelah
kontraksi uterus selesai –
pastikan DJJ dalam batas
normal (120 – 160 x/
menit).
11. Memberi tahu ibu
pembukaan sudah
lengkap dan keadaan
janin baik, meminta ibu
untuk meneran saat ada
his apabila ibu sudah
merasa ingin meneran.
12. Meminta bantuan
keluarga untuk
menyiapkan posisi ibu
untuk meneran (Pada saat
ada his, bantu ibu dalam
posisi setengah duduk dan
pastikan ia merasa
nyaman.
13. Melakukan pimpinan
meneran saat ibu
mempunyai dorongan
yang kuat untuk meneran.
14. Menganjurkan ibu
untuk berjalan,
berjongkok atau
mengambil posisi nyaman,
jika ibu belum merasa ada
dorongan untuk meneran
dalam 60 menit.
15. Meletakan handuk
bersih (untuk
mengeringkan bayi) di
perut ibu, jika kepala bayi
telah membuka vulva
dengan diameter 5 – 6
cm.
16. Meletakan kain bersih
yang dilipat 1/3 bagian
bawah bokong ibu
17. Membuka tutup
partus set dan
memperhatikan kembali
kelengkapan alat dan
bahan
18. Memakai sarung
tangan DTT pada kedua
tangan.
19. Saat kepala janin
terlihat pada vulva dengan
diameter 5 – 6 cm,
memasang handuk bersih
pada perut ibu untuk
mengeringkan bayi jika
telah lahir dan kain kering
dan bersih yang dilipat 1/3
bagian dibawah bokong
ibu. Setelah itu kita
melakukan perasat stenan
(perasat untuk melindungi
perineum dngan satu
tangan, dibawah kain
bersih dan kering, ibu jari
pada salah satu sisi
perineum dan 4 jari
tangan pada sisi yang lain
dan tangan yang lain pada
belakang kepala bayi.
Tahan belakang kepala
bayi agar posisi kepala
tetap fleksi pada saat
keluar secara bertahap
melewati introitus dan
perineum).
20. Setelah kepala keluar
menyeka mulut dan
hidung bayi dengan kasa
steril kemudian
memeriksa adanya lilitan
tali pusat pada leher janin
21. Menunggu hingga
kepala janin selesai
melakukan putaran paksi
luar secara spontan.
22. Setelah kepala
melakukan putaran paksi
luar, pegang secara
biparental. Menganjurkan
kepada ibu untuk
meneran saat kontraksi.
Dengan lembut gerakan
kepala kearah bawah dan
distal hingga bahu depan
muncul dibawah arkus
pubis dan kemudian
gerakan arah atas dan
distal untuk melahirkan
bahu belakang.
23. Setelah bahu lahir,
geser tangan bawah
kearah perineum ibu
untuk menyanggah
kepala, lengan dan siku
sebelah bawah. Gunakan
tangan atas untuk
menelusuri dan
memegang tangan dan
siku sebelah atas.
24. Setelah badan dan
lengan lahir, tangan kiri
menyusuri punggung
kearah bokong dan
tungkai bawah janin untuk
memegang tungkai bawah
(selipkan ari telinjuk
tangan kiri diantara kedua
lutut janin)
25. Melakukan penilaian
selintas :
a. Apakah bayi menangis
kuat dan atau bernapas
tanpa kesulitan?
b. Apakah bayi bergerak
aktif ?
26. Mengeringkan tubuh
bayi mulai dari muka,
kepala dan bagian tubuh
lainnya kecuali bagian
tangan tanpa
membersihkan verniks.
Ganti handuk basah
dengan handuk/kain yang
kering. Membiarkan bayi
atas perut ibu.
27. Memeriksa kembali
uterus untuk memastikan
tidak ada lagi bayi dalam
uterus.
28. Memberitahu ibu
bahwa ia akan disuntik
oksitasin agar uterus
berkontraksi baik.
29. Dalam waktu 1 menit
setelah bayi lahir, suntikan
oksitosin 10 unit IM
(intramaskuler) di 1/3
paha atas bagian distal
lateral (lakukan aspirasi
sebelum menyuntikan
oksitosin).
30. Setelah 2 menit pasca
persalinan, jepit tali pusat
dengan klem kira-kira 3
cm dari pusat bayi.
Mendorong isi tali pusat
ke arah distal (ibu) dan
jepit kembali tali pusat
pada 2 cm distal dari klem
pertama.
31. Dengan satu tangan.
Pegang tali pusat yang
telah dijepit (lindungi
perut bayi), dan lakukan
pengguntingan tali pusat
diantara 2 klem tersebut.
32. Mengikat tali pusat
dengan benang DTT atau
steril pada satu sisi
kemudian melingkarkan
kembali benang tersebut
dan mengikatnya dengan
simpul kunci pada sisi
lainnya.
33. Menyelimuti ibu dan
bayi dengan kain hangat
dan memasang topi di
kepala bayi.
34. Memindahkan klem
pada tali pusat hingga
berjarak 5 -10 cm dari
vulva
35. Meletakan satu tangan
diatas kain pada perut ibu,
di tepi atas simfisis, untuk
mendeteksi. Tangan lain
menegangkan tali pusat.
36. Setelah uterus
berkontraksi,
menegangkan tali pusat
dengan tangan kanan,
sementara tangan kiri
menekan uterus dengan
hati-hati kearah
doroskrainal. Jika plasenta
tidak lahir setelah 30 – 40
detik, hentikan
penegangan tali pusat dan
menunggu hingga timbul
kontraksi berikutnya dan
mengulangi prosedur.
37. melakukan
penegangan dan
dorongan dorsokranial
hingga plasenta terlepas,
minta ibu meneran sambil
penolong menarik tali
pusat dengan arah sejajar
lantai dan kemudian
kearah atas, mengikuti
poros jalan lahir (tetap
lakukan tekanan dorso-
kranial).
38. Setelah plasenta
tampak pada vulva,
teruskan melahirkan
plasenta dengan hati-hati.
Bila perlu (terasa ada
tahanan), pegang plasenta
dengan kedua tangan dan
lakukan putaran searah
untuk membantu
pengeluaran plasenta dan
mencegah robeknya
selaput ketuban.
39. Segera setelah
plasenta lahir, melakukan
masase pada fundus uteri
dengan menggosok
fundus uteri secara
sirkuler menggunakan
bagian palmar 4 jari
tangan kiri hingga
kontraksi uterus baik
(fundus teraba keras)
40. Periksa bagian
maternal dan bagian fetal
plasenta dengan tangan
kanan untuk memastikan
bahwa seluruh kotiledon
dan selaput ketuban
sudah lahir lengkap, dan
masukan kedalam
kantong plastik yang
tersedia.
41. Evaluasi kemungkinan
laserasi pada vagina dan
perineum. Melakukan
penjahitan bila laserasi
menyebabkan
perdarahan.
42. Memastikan uterus
berkontraksi dengan baik
dan tidak terjadi
perdarahan pervaginam.
43. Membiarkan bayi
tetap melakukan kontak
kulit ke kulit di dada ibu
paling sedikit 1 jam.
44. Setelah satu jam,
lakukan penimbangan/
pengukuran bayi, beri
tetes mata antibiotik
profilaksis, dan vitamin K1
1 mg intramaskuler di
paha kiri anterolateral.
45. Setelah satu jam
pemberian vitamin K1
berikan suntikan imunisasi
Hepatitis B di paha kanan
anterolateral.
46. Melanjutkan
pemantauan kontraksi
dan mencegah
perdarahan pervaginam.
47. Mengajarkan ibu/
keluarga cara melakukan
masase uterus dan menilai
kontraksi.
48. Evaluasi dan estimasi
jumlah kehilangan darah.
49. Memeriksakan nadi
ibu dan keadaan kandung
kemih setiap 15 menit
selama 1 jam pertama
pasca persalinan dan
setiap 30 menit selama
jam kedua pasca
persalinan.
50. Memeriksa kembali
bayi untuk memastikan
bahwa bayi bernafas
dengan baik.
51. Menempatkan semua
peralatan bekas pakai
dalam larutan klorin 0,5%
untuk dekontaminasi (10
menit). Cuci dan bilas
peralatan setelah di
dekontaminasi.
52. Buang bahan-bahan
yang terkontaminasi ke
tempat sampah yang
sesuai.
53. Membersihkan ibu
dengan menggunakan air
DDT. Membersihkan sisa
cairan ketuban, lendir dan
darah. Bantu ibu memakai
memakai pakaian bersih
dan kering.
54. Memastikan ibu
merasa nyaman dan
beritahu keluarga untuk
membantu apabila ibu
ingin minum.
55. Dekontaminasi tempat
persalinan dengan larutan
klorin 0,5%.
56. Membersihkan sarung
tangan di dalam larutan
klorin 0,5% melepaskan
sarung tangan dalam
keadaan terbalik dan
merendamnya dalam
larutan klorin 0,5%
57. Mencuci tangan
dengan sabun dan air
mengalir.
58. Melengkapi partograf.
Sumber :
Jaringan Nasional
Pelatihan Klinik Kesehatan
Reproduksi (JNPK-KR).
Buku Acuan Asuhan
Persalinan Normal.
Jakarta : JNPK-KR,
Maternal & Neonatal
Care, Departemen
Kesehatan Republik
Indonesia. 2002

Untuk melakukan asuhan persalinan normal (APN) dirumuskan 58 langkah asuhan persalinan normal

1. Mendengar & Melihat
Adanya Tanda Persalinan
Kala Dua.
2. Memastikan
kelengkapan alat
pertolongan persalinan
termasuk mematahkan
ampul oksitosin &
memasukan alat suntik
sekali pakai 2½ ml ke
dalam wadah partus set.
3. Memakai celemek
plastik.
4. Memastikan lengan
tidak memakai perhiasan,
mencuci tangan dgn
sabun & air mengalir.
5. Menggunakan sarung
tangan DTT pada tangan
kanan yg akan digunakan
untuk pemeriksaan dalam.
6. Mengambil alat suntik
dengan tangan yang
bersarung tangan, isi
dengan oksitosin dan
letakan kembali kedalam
wadah partus set.
7. Membersihkan vulva
dan perineum dengan
kapas basah yang telah
dibasahi oleh air matang
(DTT), dengan gerakan
vulva ke perineum.
8. Melakukan
pemeriksaan dalam –
pastikan pembukaan
sudah lengkap dan
selaput ketuban sudah
pecah.
9. Mencelupkan tangan
kanan yang bersarung
tangan ke dalam larutan
klorin 0,5%, membuka
sarung tangan dalam
keadaan terbalik dan
merendamnya dalam
larutan klorin 0,5%.
10. Memeriksa denyut
jantung janin setelah
kontraksi uterus selesai –
pastikan DJJ dalam batas
normal (120 – 160 x/
menit).
11. Memberi tahu ibu
pembukaan sudah
lengkap dan keadaan
janin baik, meminta ibu
untuk meneran saat ada
his apabila ibu sudah
merasa ingin meneran.
12. Meminta bantuan
keluarga untuk
menyiapkan posisi ibu
untuk meneran (Pada saat
ada his, bantu ibu dalam
posisi setengah duduk dan
pastikan ia merasa
nyaman.
13. Melakukan pimpinan
meneran saat ibu
mempunyai dorongan
yang kuat untuk meneran.
14. Menganjurkan ibu
untuk berjalan,
berjongkok atau
mengambil posisi nyaman,
jika ibu belum merasa ada
dorongan untuk meneran
dalam 60 menit.
15. Meletakan handuk
bersih (untuk
mengeringkan bayi) di
perut ibu, jika kepala bayi
telah membuka vulva
dengan diameter 5 – 6
cm.
16. Meletakan kain bersih
yang dilipat 1/3 bagian
bawah bokong ibu
17. Membuka tutup
partus set dan
memperhatikan kembali
kelengkapan alat dan
bahan
18. Memakai sarung
tangan DTT pada kedua
tangan.
19. Saat kepala janin
terlihat pada vulva dengan
diameter 5 – 6 cm,
memasang handuk bersih
pada perut ibu untuk
mengeringkan bayi jika
telah lahir dan kain kering
dan bersih yang dilipat 1/3
bagian dibawah bokong
ibu. Setelah itu kita
melakukan perasat stenan
(perasat untuk melindungi
perineum dngan satu
tangan, dibawah kain
bersih dan kering, ibu jari
pada salah satu sisi
perineum dan 4 jari
tangan pada sisi yang lain
dan tangan yang lain pada
belakang kepala bayi.
Tahan belakang kepala
bayi agar posisi kepala
tetap fleksi pada saat
keluar secara bertahap
melewati introitus dan
perineum).
20. Setelah kepala keluar
menyeka mulut dan
hidung bayi dengan kasa
steril kemudian
memeriksa adanya lilitan
tali pusat pada leher janin
21. Menunggu hingga
kepala janin selesai
melakukan putaran paksi
luar secara spontan.
22. Setelah kepala
melakukan putaran paksi
luar, pegang secara
biparental. Menganjurkan
kepada ibu untuk
meneran saat kontraksi.
Dengan lembut gerakan
kepala kearah bawah dan
distal hingga bahu depan
muncul dibawah arkus
pubis dan kemudian
gerakan arah atas dan
distal untuk melahirkan
bahu belakang.
23. Setelah bahu lahir,
geser tangan bawah
kearah perineum ibu
untuk menyanggah
kepala, lengan dan siku
sebelah bawah. Gunakan
tangan atas untuk
menelusuri dan
memegang tangan dan
siku sebelah atas.
24. Setelah badan dan
lengan lahir, tangan kiri
menyusuri punggung
kearah bokong dan
tungkai bawah janin untuk
memegang tungkai bawah
(selipkan ari telinjuk
tangan kiri diantara kedua
lutut janin)
25. Melakukan penilaian
selintas :
a. Apakah bayi menangis
kuat dan atau bernapas
tanpa kesulitan?
b. Apakah bayi bergerak
aktif ?
26. Mengeringkan tubuh
bayi mulai dari muka,
kepala dan bagian tubuh
lainnya kecuali bagian
tangan tanpa
membersihkan verniks.
Ganti handuk basah
dengan handuk/kain yang
kering. Membiarkan bayi
atas perut ibu.
27. Memeriksa kembali
uterus untuk memastikan
tidak ada lagi bayi dalam
uterus.
28. Memberitahu ibu
bahwa ia akan disuntik
oksitasin agar uterus
berkontraksi baik.
29. Dalam waktu 1 menit
setelah bayi lahir, suntikan
oksitosin 10 unit IM
(intramaskuler) di 1/3
paha atas bagian distal
lateral (lakukan aspirasi
sebelum menyuntikan
oksitosin).
30. Setelah 2 menit pasca
persalinan, jepit tali pusat
dengan klem kira-kira 3
cm dari pusat bayi.
Mendorong isi tali pusat
ke arah distal (ibu) dan
jepit kembali tali pusat
pada 2 cm distal dari klem
pertama.
31. Dengan satu tangan.
Pegang tali pusat yang
telah dijepit (lindungi
perut bayi), dan lakukan
pengguntingan tali pusat
diantara 2 klem tersebut.
32. Mengikat tali pusat
dengan benang DTT atau
steril pada satu sisi
kemudian melingkarkan
kembali benang tersebut
dan mengikatnya dengan
simpul kunci pada sisi
lainnya.
33. Menyelimuti ibu dan
bayi dengan kain hangat
dan memasang topi di
kepala bayi.
34. Memindahkan klem
pada tali pusat hingga
berjarak 5 -10 cm dari
vulva
35. Meletakan satu tangan
diatas kain pada perut ibu,
di tepi atas simfisis, untuk
mendeteksi. Tangan lain
menegangkan tali pusat.
36. Setelah uterus
berkontraksi,
menegangkan tali pusat
dengan tangan kanan,
sementara tangan kiri
menekan uterus dengan
hati-hati kearah
doroskrainal. Jika plasenta
tidak lahir setelah 30 – 40
detik, hentikan
penegangan tali pusat dan
menunggu hingga timbul
kontraksi berikutnya dan
mengulangi prosedur.
37. melakukan
penegangan dan
dorongan dorsokranial
hingga plasenta terlepas,
minta ibu meneran sambil
penolong menarik tali
pusat dengan arah sejajar
lantai dan kemudian
kearah atas, mengikuti
poros jalan lahir (tetap
lakukan tekanan dorso-
kranial).
38. Setelah plasenta
tampak pada vulva,
teruskan melahirkan
plasenta dengan hati-hati.
Bila perlu (terasa ada
tahanan), pegang plasenta
dengan kedua tangan dan
lakukan putaran searah
untuk membantu
pengeluaran plasenta dan
mencegah robeknya
selaput ketuban.
39. Segera setelah
plasenta lahir, melakukan
masase pada fundus uteri
dengan menggosok
fundus uteri secara
sirkuler menggunakan
bagian palmar 4 jari
tangan kiri hingga
kontraksi uterus baik
(fundus teraba keras)
40. Periksa bagian
maternal dan bagian fetal
plasenta dengan tangan
kanan untuk memastikan
bahwa seluruh kotiledon
dan selaput ketuban
sudah lahir lengkap, dan
masukan kedalam
kantong plastik yang
tersedia.
41. Evaluasi kemungkinan
laserasi pada vagina dan
perineum. Melakukan
penjahitan bila laserasi
menyebabkan
perdarahan.
42. Memastikan uterus
berkontraksi dengan baik
dan tidak terjadi
perdarahan pervaginam.
43. Membiarkan bayi
tetap melakukan kontak
kulit ke kulit di dada ibu
paling sedikit 1 jam.
44. Setelah satu jam,
lakukan penimbangan/
pengukuran bayi, beri
tetes mata antibiotik
profilaksis, dan vitamin K1
1 mg intramaskuler di
paha kiri anterolateral.
45. Setelah satu jam
pemberian vitamin K1
berikan suntikan imunisasi
Hepatitis B di paha kanan
anterolateral.
46. Melanjutkan
pemantauan kontraksi
dan mencegah
perdarahan pervaginam.
47. Mengajarkan ibu/
keluarga cara melakukan
masase uterus dan menilai
kontraksi.
48. Evaluasi dan estimasi
jumlah kehilangan darah.
49. Memeriksakan nadi
ibu dan keadaan kandung
kemih setiap 15 menit
selama 1 jam pertama
pasca persalinan dan
setiap 30 menit selama
jam kedua pasca
persalinan.
50. Memeriksa kembali
bayi untuk memastikan
bahwa bayi bernafas
dengan baik.
51. Menempatkan semua
peralatan bekas pakai
dalam larutan klorin 0,5%
untuk dekontaminasi (10
menit). Cuci dan bilas
peralatan setelah di
dekontaminasi.
52. Buang bahan-bahan
yang terkontaminasi ke
tempat sampah yang
sesuai.
53. Membersihkan ibu
dengan menggunakan air
DDT. Membersihkan sisa
cairan ketuban, lendir dan
darah. Bantu ibu memakai
memakai pakaian bersih
dan kering.
54. Memastikan ibu
merasa nyaman dan
beritahu keluarga untuk
membantu apabila ibu
ingin minum.
55. Dekontaminasi tempat
persalinan dengan larutan
klorin 0,5%.
56. Membersihkan sarung
tangan di dalam larutan
klorin 0,5% melepaskan
sarung tangan dalam
keadaan terbalik dan
merendamnya dalam
larutan klorin 0,5%
57. Mencuci tangan
dengan sabun dan air
mengalir.
58. Melengkapi partograf.
Sumber :
Jaringan Nasional
Pelatihan Klinik Kesehatan
Reproduksi (JNPK-KR).
Buku Acuan Asuhan
Persalinan Normal.
Jakarta : JNPK-KR,
Maternal & Neonatal
Care, Departemen
Kesehatan Republik
Indonesia. 2002

Kamis, 07 Juli 2011

Manfaat Buah Salak Bagi Kesehatan

Asal Mula Buah Salak
Menurut Nikolai
Ivanovich Vavilov, ahli
botani asal Rusia,
memastikan bahwa asal
tanaman buah salak
adalah kawasan Indo –
Malaya. Pada
perkembangan
selanjutnya,salak banyak
dibudidayakan oleh
negara-negara Filipina,
Thailand, Jepang dan
Queensland. Salak yang
dikenal dengan nama
Salaca edulis atau dalam
bahasa Inggris biasa
disebut sebagai snake fruit
(dijulukidengan nama itu
karena kulitnya seperti
kulit ular) memiliki lebih
dari 20 spesies.
Di Indonesia, salah satu
daerah yang menjadi
komoditas unggulan buah
salak adalah daerah Bali.
Di Bali, buah salak terus
dikembangkan sebagai
komoditas ekspor.
Daerah-daerah lain di
Indonesia yang juga
mengembangkan
komoditasbuah salak
adalah Jawa Barat,
Sumatera Selatan dan
Maluku.
Khasiat Buah Salak
Salak diyakini bisa
mengobati sakit diare.
Juga bermanfaat untuk
kesehatan kulit dan kuku.
Dalam mengkonsumsi
buah salak, sebaiknya
tidak membuang kulit ari
buah salak (kulit tipis yang
menempelpada buah
salak) karena kulit ari
tersebut ternyata
berkhasiat dalam
memperlancar BAB. Salak
juga ternyata bermanfaat
untuk kesehatan mata.
Penelitian oleh Nurfi
Afriansyah, MSc dari Pusat
Litbang Gizi dan Makanan
Departemen Kesehatan RI
menyebutkan bahwa
kandungan betakaroten
dalam 100 gram salak
lebih banyak 5,5 kali dari
buah mangga, 3 kali dari
buah jambu biji dan 5 kali
dari buah semangka
merah. Betakaroten
adalah salah satu zat anti
oksidan yang banyak
terdapat dalam sayuran
wortel, yang notabene
sangat berkhasiat untuk
kesehatan mata.
Yang Harus Diwaspadai
Dari Buah Salak
Buah salak yang
mempunyai rasa sepat
ternyata tidak
dianjurkan bagi
penderita maag dan
radang usus karena
tannin dalam buah salak
dapat memperparah
kondisi usus yang luka
dan sulit dicerna. Tannin
adalah zat yang terdapat
pada tumbuhan. (berbagai
sumber)
Kandungan Gizi Buah
Salak Dalam 100 Gram
No
Kandunga Gizi
Banyaknya
1
Kalori
77,0 kal
2
Protein
0,40 g
3
Karbohidrat
20,90 g
4
Kalsium
28,00 mg
5
Fosfor
18,00 mg
6
Zat Besi
4, 20 mg
7
Vitamin B
0,04 mg
8
Vitamin C
2,00 mg
9
Air
78,00 mg
Sumber : Direktorat Gizi
Depkes RI